1. Peningkatan Kasus Tuberkulosis (TBC)
Indonesia mengalami lonjakan signifikan dalam kasus tuberkulosis (TBC), dengan lebih dari 1 juta kasus tercatat pada tahun 2023, meningkat dari sekitar 820.000 kasus pada tahun 2020. TBC menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di dunia setelah India, dengan sekitar 134.000 kematian pada tahun 2022. Sebagian besar pasien berada pada usia produktif, dan 45% di antaranya tidak bekerja, menimbulkan dampak ekonomi yang signifikan. Pemerintah Indonesia berencana melakukan uji klinis vaksin TBC baru, termasuk yang dikembangkan oleh GlaxoSmithKline dan BioNTech, dengan target menurunkan angka kematian akibat TBC sebesar 80% pada tahun 2030. spaceman88
2. Program Skrining Kesehatan Gratis
Pemerintah Indonesia meluncurkan program skrining kesehatan gratis tahunan dengan anggaran sebesar Rp3 triliun (sekitar $183 juta) untuk mencegah kematian dini. Program ini mencakup pemeriksaan tekanan darah, risiko penyakit jantung dan stroke, tes mata, serta evaluasi kesehatan mental untuk mendeteksi depresi atau kecemasan. Skrining ini ditargetkan untuk 100 juta orang, dimulai dari anak-anak di bawah enam tahun dan orang dewasa berusia 18 tahun ke atas, dan akan dilaksanakan di lebih dari 20.000 puskesmas di seluruh Indonesia.
3. Tantangan Kesehatan Mental
Kesehatan mental menjadi perhatian utama di Indonesia, dengan meningkatnya kasus depresi dan kecemasan. Gangguan mental ini berdampak pada produktivitas kerja dan meningkatkan beban biaya pengobatan melalui BPJS Kesehatan. Pentingnya penerapan pola hidup sehat dan perilaku hidup bersih (PHBS) menjadi sorotan untuk mencegah gangguan mental dan fisik.
4. Kesenjangan Akses Kesehatan di Wilayah Timur
Meskipun jumlah Puskesmas secara nasional telah memenuhi rasio ideal satu Puskesmas per kecamatan, terdapat ketimpangan distribusi fasilitas kesehatan di Indonesia Timur. Sebagai contoh, Papua Barat memiliki rasio Puskesmas terhadap kecamatan sebesar 0,29, jauh di bawah standar nasional. Hal ini menunjukkan perlunya pemerataan pembangunan fasilitas kesehatan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan di wilayah tersebut.
5. Obesitas Meningkat di Kalangan Dewasa
Prevalensi obesitas pada orang dewasa di Indonesia meningkat dari 10,5% pada tahun 2007 menjadi 23,4% pada tahun 2023. Faktor penyebabnya antara lain kurangnya aktivitas fisik, konsumsi makanan cepat saji, dan kebiasaan bermain gawai berlebihan. Peningkatan obesitas berisiko memicu diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung di masa depan, terutama di kalangan remaja