Hingga Agustus 2025, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melaporkan lebih dari 150.000 kasus DBD dengan angka kematian meningkat dibandingkan daftar spaceman88 tahun sebelumnya. Data dari CNN Indonesia menunjukkan bahwa pada minggu ke-25 tahun 2025, tercatat 79.843 kasus DBD dengan 359 kematian, menandakan lonjakan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 yang tercatat 175.212 kasus dan 1.110 kematian.
🌍 Dampak Regional
Lonjakan kasus DBD juga terjadi di negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Filipina, Vietnam, dan Thailand. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut situasi ini sebagai salah satu epidemi dengue terbesar sepanjang sejarah modern.
🛡️ Upaya Pemerintah dan Masyarakat
✅ Gerakan 3M Plus
Pemerintah Indonesia menggalakkan Gerakan 3M Plus sebagai langkah pencegahan utama, yaitu:
-
Menguras: membersihkan tempat penampungan air secara rutin.
-
Menutup: wadah penampungan air agar tidak terbuka.
-
Mengubur: barang bekas yang dapat menampung air.
-
Plus: menambahkan langkah-langkah lain seperti menggunakan obat nyamuk dan memasang kawat kasa pada ventilasi rumah.
🏥 Peningkatan Layanan Kesehatan
Kemenkes RI juga fokus pada peningkatan kapasitas rumah sakit dan fasilitas kesehatan, serta mempercepat distribusi vaksin dengue generasi baru untuk mencegah penyebaran penyakit.
🧠 Edukasi dan Kesadaran Masyarakat
Penting bagi masyarakat untuk memahami gejala DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi, serta ruam kulit. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah komplikasi serius.
🧭 Kesimpulan
Kasus DBD di Indonesia tahun 2025 menunjukkan angka yang signifikan, dengan peningkatan kasus dan kematian dibandingkan tahun sebelumnya. Upaya pencegahan melalui Gerakan 3M Plus, peningkatan layanan kesehatan, dan edukasi masyarakat menjadi kunci dalam menanggulangi penyakit ini. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor terkait sangat diperlukan untuk mencapai target eliminasi DBD pada tahun 2030.