GALERI FOTO

Sabtu, tanggal 22 Juni 2019, Kampung KB Gadis Dompak menerima kunjungan dari 33 Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) seluruh provinsi di Indonesia. Kunjungan ini sekaligus untuk meninjau langsung dan melakukan kegiatan Focuss Grup Discussion (FGD) di kampung tersebut. Dalam acara ini, Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd langsung menyambut utusan dari 33 BKKBN beserta 70 peserta rombongan dari seluruh Indonesia.  

Dalam kesempatan ini, Sekretaris Lurah dompak menyampaikan bahwa sejak terbentuknya kampung KB Gadis Dompak dua tahun yang lalu, sudah banyak perkembangan meliputi peningkatan jumlah peserta KB masyarakat dari 64,49 % menjadi 76,68%, menurunkan unmetneed dari 17 PUS menjadi 13 PUS dan 100% PUS di bawah usia 20 tahun telah menggunakan MKJP. Acara kunjungan ini juga diisi oleh hiburan Dangkong Mak Dare yang merupakan ciri khas Kelurahan Dompak dan pengenalan aktifitas UPPKS Tiara Indah seperti kue – kue tradisional dan hasil kerajinan tangan.

Kelurahan Dompak merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Bukit Bestari berdasarkan Undang – undang Nomor 5 tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Tanjungpinang yang membagi Kota Tanjungpinang ke dalam empat kecamatan. Kelurahan Dompak menjadi salah satu Kelurahan yang ditunjuk untuk pembentukan kampung KB pada tahun 2017, dimana Kampung KB Dompak yang berada di RW 003 menjadi salah satu dari 14 ribu kampung KB yang telah terbentuk di seluruh Indonesia atas gagasan Presiden RI yang diresmikan pada 14 Januari 2016.

Tujuan Pembentukan kampung KB adalah untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga pada umumnya. Hal ini tidak hanya mencakup peningkatan kesadaran pembentukan keluarga berencana dan pencegahan pernikahan dini yang berkorelasi dengan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat hingga meningkatkan perekonomian masyarakat dengan mengembangkan kampung wisata, pemberantasan buta huruf, penghijauan hingga melibatkan remaja agar berperan aktif dalam meningkatkan pembangunan di wilayahnya.

Kampung KB Gadis Dompak merupakan singkatan dari Generasi Dompak Indah Sehat yang terdiri dari tiga Rukun Tetangga dan memiliki luas wilayah ± 590 Ha memiliki 201 Kepala Keluarga dengan jumlah pasangan usia subur mencapai 182 pasangan dan jumlah jiwa dalam keluarga mencapai 888 jiwa pada tahun 2018. Untuk menjalankan pencanangan kampung Gadis Dompak sebagai kampung KB, pihak – pihak yang terlibat dalam penggarapan kampung KB ini meliputi berbagai lintas sektor yakni :

  1. Dinas Pertanian dan BP DAS untuk menyediakan bantuan bibit tanaman di kampung KB.
  2. Puskesmas yang melakukan penyuluhan kesehatan dan menyediakan pelayanan KB bagi pasangan usia subur (PUS).
  3. Dinas Pendidikan bagi bimbingan anak putus sekolah dan meningkatkan kesadaran pentingnya pendidikan bagi anak – anak termasuk pemberantasan buta huruf.
  4. Dinas Kesehatan, Dalduk dan KB untuk menerbitkan izin produk industri rumah tangga bagi UPPKS.
  5. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk menerbitkan akte kelahiran bagi penduduk yang belum memiliki akte kelahiran.

Untuk mewujudkan tujuan dari pembentukan kampung KB, dilakukan berbagai program dan strategi. Salah satunya adalah pembentukan Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja Generasi Tangguh. Strategi mengembangkan PIK R Genta jalur masyarakat diantaranya dengan mengikutsertakan remaja PIK R dalam kegiatan masyarakat, memberikan pelatihan – pelatihan untuk remaja PIK R agar menambah wawasan dan memberikan penghargaan kepada remaja yang aktif mengembangkan kegiatan  di kampung KB.  Sementara kegiatan – kegiatan yang direncanakan untuk PIK R Genta meliputi kerjasama dengan Kemenkum HAM untuk memberikan penyuluhan kepada remaja, bersama – sama dengan Duta GenRe Kota Tanjungpinang untuk membina PIK R Genta dan bersama dengan lintas sektor terkait untuk memberikan ketrampilan kepada para remaja di kampung KB.

Kerjasama antara berbagai pihak ini telah menunjukkan hasil yang baik. Terbukti dari peningkatan PUS yang ber-KB, meningkatnya aktifitas UPPKS Tiara Indah, terbentuknya kelompok tani, pemberian nomor rumah dengan nama alat kontrasepsi, perbaikan jalan, bedah rumah sebanyak 26 unit, pembangunan pos Bhabinkamtibmas, lingkungan yang lebih bersih dengan penempatan kontainer sampah di berbagi titik, pemasangan lampu jalan di 30 titik, penanaman tanaman, pengurusan akte kelahiran, pengembangan potensi wisata kuliner dan pengenalan Rumah Dataku.

Kesuksesan Kampung KB Gadis Dompak tentunya tak lepas dari kerjasama berbagai pihak. Dan kesadaran masyarakat untuk ikut melaksanakan, berperan aktif dan merasakan manfaat dari berbagai strategi dan program yang dilaksanakan. Sehingga pembentukan kampung KB tidak hanya meningkatkan kualitas kehidupan di dalam sebuah rumah tangga saja, tetapi bagi masyarakat di Kampung KB Gadis Dompak secara keseluruhan dan rakyat Indonesia pada tingkatan yang lebih luas.

 

Sumber :

https://kepridays.co.id